91tv

Logo
  • News

Indonesia Targetkan Penandatanganan IEU-CEPA pada Oktober 2026, Implementasi Awal 2027

Indonesia menargetkan penandatanganan IEU-CEPA pada Oktober 2026, dengan implementasi diproyeksikan mulai awal 2027 seiring kedua pihak mempersiapkan proses ratifikasi dan pemberlakuan perjanjian.

News

Indonesia menargetkan penandatanganan Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) pada Oktober 2026, sementara implementasinya diharapkan dapat dimulai pada awal 2027.

Ìý

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto pada 21 Agustus mengatakan bahwa penyelesaian dokumen perjanjian dalam bahasa Inggris telah memasuki tahap akhir. Setelah penandatanganan, perjanjian akan diajukan ke Parlemen Eropa untuk proses ratifikasi. Di Indonesia, Menteri Perdagangan Budi Santoso telah berkonsultasi dengan Dewan Perwakilan Rakyat mengenai mekanisme ratifikasi, termasuk kemungkinan penggunaan Peraturan Presiden untuk mempercepat implementasi.

Ìý

Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian pada 22 Agustus menyampaikan bahwa teks IEU-CEPA telah berada di Dewan Uni Eropa. Dengan mempertimbangkan kalender kelembagaan Uni Eropa, pemerintah memperkirakan penandatanganan dapat dilakukan pada akhir September atau awal Oktober 2026. Mengacu pada proses perjanjian perdagangan Uni Eropa sebelumnya, proses ratifikasi diperkirakan dapat berlangsung sekitar 90 hari dalam skenario tercepat, sehingga mendukung target implementasi pada awal 2027.

Ìý

Setelah diberlakukan, Indonesia diperkirakan memperoleh pembebasan tarif langsung untuk 90,4% pos tarif, sementara tarif untuk 8,37% pos lainnya akan diturunkan secara bertahap. Pemerintah menyebut minyak kelapa sawit, alas kaki, kopi, furnitur, produk pertanian dan perikanan, serta telekomunikasi sebagai sejumlah sektor Indonesia yang berpotensi memperoleh akses lebih luas ke pasar Uni Eropa. Perusahaan Eropa juga diperkirakan akan memperoleh akses pasar yang lebih luas di Indonesia serta sumber pasokan yang lebih kompetitif.

Ìý

Jadwal implementasi IEU-CEPA juga berkaitan dengan berakhirnya fasilitas Generalised Scheme of Preferences (GSP) Uni Eropa untuk Indonesia pada akhir 2026. Pemerintah Indonesia berupaya meminimalkan jeda antara berakhirnya fasilitas perdagangan tersebut dan mulai berlakunya IEU-CEPA.

Ìý

Peningkatan investasi juga menjadi salah satu pembahasan dalam dialog tingkat tinggi antara Pemerintah Indonesia, Delegasi Uni Eropa, dan perwakilan negara-negara anggota Uni Eropa di Jakarta pada 21 Agustus. Indonesia mendorong peningkatan investasi Eropa di sejumlah sektor, termasuk manufaktur maju, energi terbarukan, kendaraan listrik, teknologi digital, dan farmasi, serta mendorong transfer teknologi dan pengembangan industri dalam negeri. Bidang kerja sama lainnya mencakup keamanan siber, pertanian, inovasi, dan teknologi.

Ìý

Dialog tersebut turut membahas persiapan implementasi IEU-CEPA serta sejumlah isu yang dihadapi perusahaan Eropa di Indonesia. Perwakilan negara anggota Uni Eropa mengangkat sejumlah hambatan non-tarif, termasuk sertifikasi halal, Standar Nasional Indonesia (SNI), dan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), serta transparansi dan kepastian dalam proses pengadaan dan tender. Prosedur kepabeanan, standardisasi, sertifikasi, dan rekomendasi impor produk pertanian juga menjadi bagian dari pembahasan.

Ìý

Pemerintah Indonesia tengah menyiapkan sejumlah mekanisme untuk mendukung implementasi perjanjian. Langkah tersebut mencakup pembentukan tim de-bottlenecking yang dikoordinasikan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian serta rencana penunjukan satu titik kontak untuk pelaksanaan IEU-CEPA. Kementerian Perdagangan juga tengah menyiapkan regulasi pelaksana lintas kementerian, sementara Kementerian Perindustrian akan mengoordinasikan isu terkait SNI dan TKDN.

Ìý

Persiapan juga mencakup sejumlah regulasi dan kebijakan Uni Eropa yang tetap berlaku secara terpisah dari perjanjian perdagangan, termasuk European Union Deforestation Regulation (EUDR), Carbon Border Adjustment Mechanism (CBAM), dan kebijakan Uni Eropa terkait baja. Indonesia telah menyiapkan sistem sertifikasi digital dan data geolokasi untuk minyak kelapa sawit guna mendukung pemenuhan persyaratan ketertelusuran Uni Eropa. Pembahasan mengenai klasifikasi risiko komoditas Indonesia berdasarkan EUDR juga masih berlangsung.

Ìý

Perundingan IEU-CEPA telah berlangsung selama hampir satu dekade. Setelah proses penandatanganan dan ratifikasi selesai, Indonesia dan Uni Eropa akan melanjutkan ke tahap implementasi, sementara kedua pihak saat ini mempersiapkan regulasi dan langkah administratif yang diperlukan sebelum perjanjian mulai berlaku.

Baca berita terbaru

Lihat semua Berita
  • News
    Berita

    EKONID Launched a New Dialogue Format Through its First Company Call

    EKONID has introduced a new dialogue format to provide German member companies with regular updates on political, economic and business developments in Indonesia, alongside opportunities to discuss current challenges and cooperation.

  • News
    Berita

    Indonesia Announces Revised Halal Certification Timelines and Planned Revocation of Foreign Product Regulation

    Indonesia has announced adjustments to mandatory halal certification deadlines for several product categories and the planned revocation of a regulation concerning foreign halal products entering the country.

  • News
    Berita

    Powering Progress: Siemens Indonesia Expands Pulomas Switchgear Facility

    Fifty years of German-Indonesian engineering collaboration just reached a new milestone. Siemens Indonesia has officially expanded its historic switchgear manufacturing facility in Pulomas, East Jakarta, reaffirming a deep-seated commitment to local production, economic partnership, and future-ready infrastructure.

Mencari sesuatu yang lain?

Di pusat informasi kami, Anda dapat menemukan berita terkini, unduhan, video, podcast.

Pergi ke Pusat Informasi