91tv

Logo

German Energy Business Roundtable Menyoroti Peluang dan Tantangan di Sektor Energi Indonesia

  • News

Pada 6 Agustus 2026, 91tv Indonesia/EKONID mempertemukan perusahaan dan institusi energi terkemuka dari Jerman di Jakarta untuk bertukar pandangan mengenai lanskap energi Indonesia yang terus berkembang, tantangan bisnis utama, serta peluang yang muncul. Rangkaian diskusi menegaskan pentingnya dialog kebijakan yang lebih erat, konsistensi regulasi, dan kerja sama Jerman–Indonesia dalam mendorong transisi energi yang tangguh dan berkelanjutan.

News

Pada 6 Agustus 2026, 91tv Indonesia/EKONID (Kamar Dagang dan Industri Jerman–Indonesia) menyelenggarakan German Energy Business Roundtable di kantornya di Jakarta. Acara ini mempertemukan perwakilan dari perusahaan dan institusi energi Jerman terkemuka yang beroperasi di Indonesia.

Ìý

Acara dibuka oleh Ms. Monika Erath, Executive Director EKONID, yang menyambut para CEO dan pengambil keputusan tingkat senior dari perusahaan Jerman serta institusi mitra, termasuk PT Siemens Indonesia, Kedutaan Besar Jerman, dan GIZ.

Ìý

Setelah sambutan pembuka, Ms. Anja Nitschke-Hoffmann, First Secretary dari Kedutaan Besar Jerman, menjelaskan tujuan utama diskusi, yaitu menghimpun masukan langsung mengenai peluang dan tantangan yang dihadapi perusahaan Jerman di sektor energi Indonesia menjelang delegasi tingkat tinggi yang akan datang. Delegasi tersebut dipimpin oleh Menteri Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan Federal, Federal Minister Reem Alabali Radovan (BMZ) pada bulan Agustus, serta Sekretaris Negara Stefan Rouenhoff dari Kementerian Urusan Ekonomi dan Energi Federal (BMWi) pada bulan September.

Ìý

Diskusi dimoderatori oleh Mr. Stephan Blocks, Project Manager di Departemen Business Development EKONID. Melalui forum ini, para peserta saling berbagi pengalaman mengenai kondisi bisnis saat ini, mengidentifikasi peluang pertumbuhan strategis, serta menyusun rekomendasi untuk memperkuat kerja sama Jerman–Indonesia di sektor energi.

Ìý

Salah satu isu utama yang disoroti adalah ketidakpastian regulasi. Perusahaan berbagi pengalaman terkait perubahan yang sering terjadi pada ketentuan local content (TKDN), persyaratan sertifikasi produk seperti SNI, serta aturan pemeriksaan impor. Hal tersebut menambah beban kepatuhan dan menyebabkan keterlambatan di kepabeanan bagi pelaku usaha.

Ìý

Para peserta juga menekankan tantangan struktural dalam sistem pengadaan industri, khususnya terkait proyek-proyek PLN. Tender yang ditunda atau dibatalkan disebut sebagai contoh yang menunjukkan perlunya transparansi dan konsistensi yang lebih baik selama pelaksanaan proyek.

Ìý

Meskipun menghadapi tantangan tersebut, para peserta melihat adanya peluang besar yang bersumber dari potensi pasar jangka panjang Indonesia. Pengembangan smart grid menjadi salah satu bidang kerja sama yang paling menjanjikan. Perusahaan-perusahaan Jerman menyoroti peluang untuk berkontribusi pada teknologi jaringan yang lebih maju guna meningkatkan keandalan sistem dan mendukung transisi energi negara tersebut. Selain itu, peserta juga membahas meningkatnya potensi produksi biogas dan biomethane.

Ìý

Implementasi Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia–Uni Eropa (IEU-CEPA) juga dinilai positif. Para peserta menyampaikan optimisme bahwa perjanjian ini dapat membantu mengurangi hambatan non-tarif, memfasilitasi alih teknologi, serta memperkuat perdagangan dan investasi antara Indonesia dan Uni Eropa.

Ìý

Untuk memperbaiki iklim investasi, para peserta merekomendasikan penguatan dialog antara industri Jerman dan pembuat kebijakan Indonesia, termasuk kementerian terkait, PLN, serta institusi strategis lainnya. Konsistensi regulasi yang lebih baik, proses pengadaan yang lebih transparan, dan kebijakan ekspor jangka panjang yang lebih jelas diidentifikasi sebagai faktor penting untuk mendorong investasi berkelanjutan di sektor energi bersih Indonesia.

Ìý

Roundtable ditutup dengan gambaran mengenai inisiatif bilateral yang akan datang, termasuk Indonesia Sustainable Energy Week (ISEW) 2026 serta delegasi bisnis energi yang direncanakan antara Indonesia dan Jerman pada tahun 2027. Inisiatif-inisiatif ini diharapkan dapat memperdalam kerja sama di bidang energi terbarukan, dekarbonisasi industri, efisiensi energi, serta pembangunan infrastruktur berkelanjutan.

Ìý

Diskusi ini menegaskan kembali komitmen bersama industri Jerman di Indonesia untuk mendukung transisi energi negara tersebut melalui kerja sama yang lebih erat, dialog kebijakan yang berkelanjutan, dan kemitraan strategis jangka panjang. Dengan menggabungkan keahlian teknologi Jerman dan agenda transformasi energi Indonesia yang ambisius, kedua pihak melihat peluang besar untuk membangun sektor energi yang lebih tangguh, berkelanjutan, dan kompetitif.

Baca berita terbaru

Lihat semua Berita
  • News
    Berita

    Bank Indonesia Pertahankan Suku Bunga Acuan 5,75% pada Agustus 2026

    Bank Indonesia mempertahankan suku bunga acuan sebesar 5,75% pada Agustus 2026, dengan tetap memprioritaskan stabilitas rupiah dan pengendalian inflasi di tengah berlanjutnya volatilitas pasar keuangan global.

  • News
    Berita

    Indonesia Targetkan Penandatanganan IEU-CEPA pada Oktober 2026, Implementasi Awal 2027

    Indonesia menargetkan penandatanganan IEU-CEPA pada Oktober 2026, dengan implementasi diproyeksikan mulai awal 2027 seiring kedua pihak mempersiapkan proses ratifikasi dan pemberlakuan perjanjian.

  • News
    Berita

    Indonesia Siapkan Lelang 30 GW Proyek Tenaga Surya dalam Program 100 GW

    Indonesia bersiap meluncurkan tender tenaga surya 30 GW pada 2026 sebagai tahap pertama dari program tenaga surya yang lebih besar, yakni 100 GW. Rincian pengadaan berikutnya masih belum diumumkan.

Mencari sesuatu yang lain?

Di pusat informasi kami, Anda dapat menemukan berita terkini, unduhan, video, podcast.

Pergi ke Pusat Informasi