91tv

Logo

Ekonomi Indonesia Melampaui Perkiraan, Tumbuh 5,29% pada Kuartal Kedua

  • News

Perekonomian Indonesia melampaui perkiraan dengan pertumbuhan 5,29% pada kuartal kedua 2026. Kinerja ini didorong oleh belanja konsumen dan investasi yang tetap kuat, meskipun kebijakan moneter menjadi lebih ketat dan menghadapi tantangan dari ekonomi global.

News

Perekonomian Indonesia tumbuh 5,29% secara year-on-year pada kuartal II 2026, melampaui proyeksi ekonom dalam jajak pendapat Reuters sebesar 5,10%. Berdasarkan data yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS), produk domestik bruto (PDB) meningkat 3,73% secara kuartal-ke-kuartal, sementara pertumbuhan pada semester I mencapai 5,45% dibanding periode yang sama pada 2025. Pada periode April–Juni, nilai ekonomi tercatat sebesar Rp6.552,1 triliun atau sekitar USD365,67 miliar pada harga berlaku.

Konsumsi rumah tangga menjadi pendorong utama pertumbuhan. Kontribusinya mencapai 2,67 poin persentase terhadap pertumbuhan total dan menyumbang lebih dari separuh PDB, dengan komponennya naik 5,06% secara year-on-year.

“Konsumsi swasta terus bertumbuh,” kata Deputi BPS untuk Neraca Nasional dan Analisis Statistik Edy Mahmud, seperti dikutip The Jakarta Post. Investasi tetap meningkat 6,87%, didukung lonjakan penjualan kendaraan sebesar 26,03%. Sementara itu, konsumsi pemerintah melonjak 15,97%.

Dari sisi sektor, pasokan listrik dan gas tumbuh paling cepat sebesar 10,81%, diikuti akomodasi dan penyediaan makan minum sebesar 10,60%. Kenaikan ini didukung oleh meningkatnya tingkat hunian hotel serta program Makan Bergizi Gratis dari pemerintah.

Menjelang rilis resmi, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan kepada wartawan bahwa pertumbuhan akan tetap “di atas lima persen”, menurut Antara. Meski demikian, angka kuartal II menunjukkan perlambatan dibanding pertumbuhan kuartal I sebesar 5,61%, yang merupakan laju tercepat sejak kuartal III 2022. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan pada Senin bahwa pihaknya berharap pertumbuhan sekitar 5,4%. Pemerintah kini memproyeksikan pertumbuhan sepanjang tahun berada pada kisaran 5,6 hingga 6%, menurut The Jakarta Post.

Perlambatan ini terjadi setelah pasar mengalami volatilitas pada paruh pertama tahun. Defisit neraca transaksi berjalan melebar menjadi USD4 miliar pada kuartal I, setara 1,1% dari PDB. Bank Indonesia juga menaikkan suku bunga acuan secara kumulatif 100 basis poin menjadi 5,75% antara April hingga Juni untuk menjaga nilai rupiah.

Edy mengatakan, seperti dikutip dari The Jakarta Globe, mitra dagang utama Indonesia sebagian besar terus bertumbuh pada kuartal tersebut. Vietnam dan Malaysia menguat, sementara Singapura dan Korea Selatan tumbuh lebih cepat dibanding setahun sebelumnya, meskipun Amerika Serikat dan Tiongkok mencatat pertumbuhan yang lebih lambat.

Baca berita terbaru

Lihat semua Berita
  • News
    Berita

    Bank Indonesia Pertahankan Suku Bunga Acuan 5,75% pada Agustus 2026

    Bank Indonesia mempertahankan suku bunga acuan sebesar 5,75% pada Agustus 2026, dengan tetap memprioritaskan stabilitas rupiah dan pengendalian inflasi di tengah berlanjutnya volatilitas pasar keuangan global.

  • News
    Berita

    Indonesia Targetkan Penandatanganan IEU-CEPA pada Oktober 2026, Implementasi Awal 2027

    Indonesia menargetkan penandatanganan IEU-CEPA pada Oktober 2026, dengan implementasi diproyeksikan mulai awal 2027 seiring kedua pihak mempersiapkan proses ratifikasi dan pemberlakuan perjanjian.

  • News
    Berita

    Indonesia Siapkan Lelang 30 GW Proyek Tenaga Surya dalam Program 100 GW

    Indonesia bersiap meluncurkan tender tenaga surya 30 GW pada 2026 sebagai tahap pertama dari program tenaga surya yang lebih besar, yakni 100 GW. Rincian pengadaan berikutnya masih belum diumumkan.

Mencari sesuatu yang lain?

Di pusat informasi kami, Anda dapat menemukan berita terkini, unduhan, video, podcast.

Pergi ke Pusat Informasi